3 LOKASI STUBAN FAKULTAS ILMU BUDAYA-UMGo DI YOGYAKARTA

Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), saat melakukan kunjungan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.

YOGYAKARTA (RAGORO) – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), belum lama ini telah melakukan studi banding (Stuban) ke beberapa tempat di Yogyakarta. Diantaranya, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dan sudah tentu apa yang dijalankan oleh para mahasiswa ini merupakan andil dari Dekan FIB, Lusiana Dumbi.

Saat dikonfirmasi, Dekan FIB mengaku sangat senang atas studi banding yang dilaksanakan sejumlah mahasiswanya di Yogyakarta. Apalagi kunjungan para mahasiswa ini difokuskan ke beberapa tempat strategis. Sehingga, hal ini dapat meningkatkan kompetensi para mahasiswa sekaligus mengukur kualitas Universitas yang sudah bereputasi, seperti UAD dan UMY. “Saya sangat senang para mahasiswa saya dapat melaksanakan stuban ke UAD, UMY dan PP Muhammadiyah,” ungkapnya.

Sebelumnya, FIB dalam hal ini Program Studi (Prodi) Sastra Inggris, juga sempat mengirim beberapa mahasiswanya utntuk melaksanakan magang bahasa di Kota Jogja. Dan sesuai informasi, program magang bahasa ini sudah kali keempat dilaksanakan UM Go. Dimana pada tahun pertama, para mahasiswa Prodi Sastra Inggris melaksanakan magang di kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Tahun kedua dan ketiga magang bahasa berpindah ke Kota Bali, dan tahun ini di Kota Gudeg.

Jokowi Tandatangani Prasasti Rusun Mahasiswa UM-Go

KAMPUS PENCERAHAN – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Jum’at kemarin (01/03/2019) menandatangani prasasti peresmian rumah susun (Rusun) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) yang telah dibangun Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela silaturahmi dengan pimpinan UM-Go, dalam hal ini Rektor UM-Go, dr. Muhammad Isman Jusuf. Rumah susun dengan tipe 24 setinggi 3 lantai ini diperuntukkan bagi para mahasiswa. Adapun jumlah huniannya sebanyak 50 unit, dengan daya tampung hingga 200 orang, yang telah dilengkapi dengan meubelair. Meubelair ini terdiri dari tempat tidur, tempat tidur single, lemari pakaian, meja belajar dan kursi.

Seperti diketahui, tahun 2018 kemarin, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR menganggarkan dana sebesar Rp. 186,98 miliar untuk pembangunan 5 rumah susun (rusun) bagi mahasiswa, salah satunya milik UM-Go. Adapun rusun tersebut, yakni rusun Universitas Andalas Padang dengan anggaran Rp. 22,1 miliar, rusun mahasiswa di Jawa Barat sebesar Rp. 44,46 miliar, rusun lanjutan asrama Universitas Gajah Mada sebesar Rp. 84 miliar, rusun mahasiswa di Gorontalo sebesar Rp. 24,9 miliar dan rusun mahasiswa di Manokwari sebesar Rp. 11,52 miliar. Dengan diresmikannya rusun ini, diharapkan para mahasiswa dari luar daerah, bisa tambah nyaman dalam menimba ilmu.

Adapun biaya sewa yang dikenakan kepada mahasiswa, menurut Rektor UM-Go dibuat terjangkau, di bawah rata-rata biaya sewa indekos di sekitar kampus. Sebab, rusun yang dibangun pemerintah di sekitar kampus tidak untuk mencari keuntungan. “Jadi kami pengelola rusun akan memprioritaskan mahasiswa kurang mampu, tempat tinggalnya jauh dari kampus dan berprestasi. Soal biaya sewa yang dikutip, itu hanya untuk menutup biaya pemeliharaan dan pengelolaan rusun saja,” pungkas dr. Isman